Pembunuhan di Kabupaten Nduga Tewaskan 30 pekerja, Jokowi : Saya Pernah ke Sana

Pembunuhan di Kabupaten Nduga – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui lokasi pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua sebagai zona merah.

“Ini kejadiannya di Kabupaten Nduga, di kabupaten yang dulu memang warnanya merah. Saya pernah ke sana,” ujar Jokowi usai membuka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Presiden pun langsung memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memastikan kejadian itu.

“Karena ini masih simpang siur. Di Nduga itu sinyal nggak ada. Jadi ini masih dikonfirmasi dulu ke sana apakah betul kejadiannya seperti itu,” tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa, pembangunan infrastruktur di Papua memang tidak mudah. Selain medannya yang sulit, pembangunan di Papua juga sering mendapat gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Meski begitu, pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur di Papua tetap berlanjut. Pemerintah juga telah mengarahkan sejumlah aparat keamanan dari TNI-Polri untuk mengawal proses pembangunan di Papua.

“Pembangunan infrastruktur di tanah Papua akan tetap berlanjut. Kita tidak akan takut oleh hal-hal seperti itu,” tegas Jokowi.

Pembunuhan di Kabupaten Nduga Tewaskan 30 pekerja, Jokowi : Saya Pernah ke Sana – Akses yang sulit di jangkau.

Sementara itu, TNI mengirim 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 130 personel menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meski bergegas melakukan pemeriksaan pada Selasa pagi ini, personel terkendala akses jalan menuju lokasi.

“Daerah tersebut agak sulit dijangkau. Kalau dari Kabupaten Wamena, masih harus ke Distrik 2, itu masih empat jam naik kendaraan,” tutur Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, Selasa (4/12/2018) pagi.

Sementara, lanjut Dax, dari distrik kedua ke Distrik Yigi masih harus ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Terlebih, kondisi jalan yang rusak membuat tim harus lebih berhati-hati.

Dan untuk mengetahi informasi lebih jelas tentang pembunuhan 31 orang pekerja yang terjadi di Papua tersebut. Pemerintah menggunakan radio untuk berkomunkasi di sana. hal ini dikarenakan jaringan seluler yang tidak menjangkau kawasan tersebut. Dan menyulitkan pemerintah untuk mengetahu informasi yang lebih akurat dan cepat.

“Informasi sulit didapat, makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal nggak ada,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *