Stigma HIV/AIDS Lingkaran Setan Yang Tak Berujung

Stigma HIV/AIDS Lingkaran Setan Yang Tak Berujung – Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) lekat dengan stigma. Mulai dari penyakit kotor, mudah menular, hingga mematikan. Stigma ini terus berputar dalam ‘lingkaran setan’ yang membuat ODHA terdiskriminasi dan sulit mendapatkan pengobatan.

Stigma pada ODHA berawal sejak pertama kali kasus HIV/AIDS ditemukan di Indonesia pada era 1990-an. Kasus pertama itu diketahui muncul pada kaum LGBT di Bali. Disusul, HIV/AIDS menjangkiti sekelompok waria.

“Pemerintah di zaman Orde Baru mungkin tidak mengerti menangani kasus baru ini, sehingga muncul banyak pemberitaan yang menyebut HIV penyakit yang membunuh. Stigma itu terus berlangsung sampai saat ini,” kata Koordinator Advokasi OPSI, Wawan, saat berbincang mengenai stigma.

OPSI atau Organisasi Perubahan Sosial Indonesia merupakan salah satu jaringan yang mendorong penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.

Agar tak semakin parah, para aktivis peduli HIV/AIDS Jepang meluncurkan gerakan melawan AIDS di Asia pada 1995 melalui musik. Indonesia mengadopsi gerakan itu dengan membuat lagu “Usah Kau Lara Sendiri” yang dibawakan Katon Bagaskara berduet dengan Ruth Sahanaya.

Stigma HIV/AIDS Lingkaran Setan Yang Tak Berujung

“Lagunya bagus dan secara video klip melawan apa yang diinformasikan oleh pemerintah,” ungkap Wawan. Meski lagu itu berhasil meledak di pasaran dan masuk dalam deretan lagu hit kala itu, stigma masyarakat terhadap HIV/AIDS tetap berkembang sampai saat ini.

Kasus terbaru, misalnya, tiga siswa SD di Samosir, Sumatera Utara, tidak diizinkan bersekolah karena mengidap HIV dan dikhawatirkan akan menular. Ada pula pemakaman jenazah penderita HIV/AIDS yang ditolak di beberapa daerah. Kasus ini muncul akibat stigma yang masih melekat pada ODHA.

Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah pendidikan seksual, termasuk HIV/AIDS yang sulit masuk ke lingkungan sekolah.

“Ini sulit sekali ditembus. Padahal, kami ingin memberi informasi soal perilaku seksual, bukan mendorong melakukan hubungan seksual,” ujar Wawan.

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, juga diminta semakin gencar menyebarkan informasi mengenai HIV/AIDS dan mendukung penyebaran kondom sebagai alat pencegahan HIV/AIDS.

 

Hanya LapakDewa Berikan BONUS Sebanyak ini !

– Bonus New Member 10rb
– Bonus TO Mingguan 0.3%
– Bonus Like & Share FB
– Bonus Lucky Spin
– Bonus Refferal 10%
– Bonus Turnamen Coin
Tunggu Apa Lagi Yuk Gabung dan Bermain bersama LapakDewa

Recent search terms
  • agen kartu super 10
  • Agen Omaha Poker Rupiah
  • Capsa Susun Online
  • Terkini agen kartu super 10
  • Perbuatan soeharto dan tommy
  • Hasto menyindir capres Prabowo Subianto dan Gerindra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *